Selasa, 29 Maret 2011

J A P A M A L A


Japamala/tasbih mengajarkan kesatua kepada kita, dan bila itu adalah sebuah sphatika mala ( manik-manik kristal ), kita dapat melihat benang yg menelusuri yg menelusuri dan menembus setiap manik sebagai kenyataan batin yg mana semua itu berhubungan. Bila manik-manik itu tdk tembus pandang, kita masih mengetahui bahwa benang tetap melaluinya, mengikatnya bersama.

mengapa untaian japamala berjumlah 108 butir?
angka seratus delapan ( 108 ) adalah hasil kali jika 12x9. dua belas adalah Aaditya ( sumber cahaya ), yang mengungkapkan dunia obyektif dan karena itumerupakan simbul aspek "saakaara"(dunia dg nama dan rupa yg beraneka ragam, gambar-gambar yg berlalu dg cepat)
angka sembilan ( 9 ) merupakan layar tempat gambar-gambar itu dilihat.
sedangan tali menggambarkan / kita mengira sebagai ular dl keremangan, Brahman ( Tuhan ), yg tak bernama, tdk berwujud, kekal & mutlak

sembilan merupakan angka Brahman karena jumlahnya selalu sembilan walaupun dikalikan/dilipatkan dengan angka berapa saja.

Bagaimana cara menggunakan Japamala
peganglah japamala diatas jari tengah, biarkan ketiga jari yg melambangkan ketiga "guna"( sifat) sifat berjajar bersama. jari tengah melambangkan sifat sattva, jari manis sifat rajas, kelingking sifat tamas.
ini berarti bahwa kini kita melampaui dunia perlambangan dan kualitas, nama serta wujud, dunia keanekaragaman ini dan maju menuju pengetahuan tentang kesatuan.

jari telunjuk yg melambangkan " jiwa individu" dg perlahan lahan membawa setiap manik-manik kearah Ibu Jari ( yg melambangkan Brahman/Tuhan ), menyentuh ujung jari Brahman, sehingga kemanunggalan dg Tuhan ditekankan dlm setiap bbutir japamala & setiap nafas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar