Senin, 26 Desember 2011

ngayah


Semeton krama tanggayuda sane banget tresnasihan titiang
Pamekas sane lanang, istri naler kaangkat
ledangan rauh ring rahina redite pinanggal 1 Januari 2012
Ring Jaba Pura Ayun Tanggayuda, rikala galah semeng/endag Surya
Jagi iring ngayah(gotong royong), ngurug lakar bataran wantilan
mangda digelis puput, naler mangda wenten jatu manik astagina
semeton, sajeroning ngewangun Wantilan
Bebaktan : ember utawi skop
Suksma indik keledangan semeton

Jumat, 16 Desember 2011

TANGGAYUDA BUNYAN TREE



Pohon beringin yang berlokasi di jaba Pura Ayun sangat rindang
banyak orang mendatangi untuk menyaksikan keunikannya
Tajuknya yang rindang, serta daunnya yang menjuntai
mencium Ibu Pertiwi, juga memberi rasa teduh, karena produksi
oksigennya (prana) yang melimpah
Berada dibawahnya serasa hilang penat seharian. Akarnya yang
kokoh seakan memeluk bumi juga menjadi keunikan tersendiri
Dia tetap disana dan disana dari dahulu hingga sekarang

Senin, 12 Desember 2011

FONDASI


Pemancangan Fondasi bangunan Gedung Olahraga Serbaguna utawi Wantilan Br. Tanggayuda, telah dilakukan. Mudah-mudahan Fondasi yang kuat menjadi landasan untuk bangunan selanjutnya.Dengan terbangunannya nanti gedung ini bisa memberi manfaat untuk olahraga, fungsi sosial religius serta manfaat ekonomi dari ekotourism. Mohon Doa restu dan dukungan dari semua fihak untuk mewujudkan dan memfungsikan gedung ini, sehingga memberikan nilai guna maksimum bagi masyarakat khususnya krama banjar Tanggayuda
Astungkara

Kamis, 08 Desember 2011

Lezat Sesaat

Makanan Indonesia khususnya masakan Bali sangat terkenal kelezatannya di manca negara. Para pengunjung luar negeri datang ke Bali disamping untuk menyaksikan pemandangan yang indah mereka juga datang untuk menikmati kelezatan makanan kita.
Kesedapan makanan kita disebabkan karena kita diwarisan ketrampilan yang luar biasa oleh nenek moyang kita untuk mengolah bahan mentah yang tersedia menjadi suatu hidangan yang sangat menggiurkan lidah. Factor lain yang juga menunjang adalah kesuburan alam tropis kita sehingga kita bisa memproduksi bahan rempah-rempah atau bumbu-bumbu yang begitu unique dan excotic.
Sayangnya di jaman globalisasi ini banyak kalangan ibu rumah tangga membubuhi penyenap makanan non-alami dalam masakan mereka untuk menambah kesedapan makanan mereka. Sehingga makanan yang sudah sedap menjadi luar biasa sedapnya. Penyedap makanan semacam ini sangat populer dikalangan ibu rumah tangga karena disamping gampang dibeli di warung-warung, harganya juga relative murah dan berkhasiat sangat ampuh untuk memperkuat rasa masakan. Bumbu penyedap makanan non-alami ini dijual dalam kemasan kecil yang berisi serbuk putih di dalamnya. Kemasan ini kita kenal dengan berbagai merek dan mereknya berganti dari jaman ke jaman.
Keampuhan bumbu-bumbu penyedap makanan tersebut karena bumbu ini mengandung zat kimia yang dikenal dengan MSG (Monosodium Glutamate). Sayangnya untuk mendapakan rasa lezat ini, kita terkena akibat sampingan yang kurang baik bahkan berbahaya bagi tubuh kita dan hal ini sudah dibuktikan oleh para ahli kesehatan di Amerika.
·         MSG bisa menyebabkan obesitas atau kegemukan pada anak-anak, ini disebabkan karena mereka ketagihan pada makanan yang sangat lezat. Mereka makan terus walaupun perut mereka sudah kenyang.
·         Pada orang –orang tertentu MSG bisa mengakibatkan migraine  atau sakit kepala yang sangat keras dan bertahan dalam waktu lama.
·         Tanpa disadari ada banyak orang alergi dengan MSG dan bagi orang tersebut MSG bisa mengakibatkan ketidak seimbangan zat-zat kimia dalam otak sehingga hal ini bisa menyebabkan depresi.
·         MSG juga sudah terbukti sangat berbahaya bagi anak-anak karena zat ini bisa mengahambat kecerdasan anak.

Pendek kata penyedap makanan yang mengandung MSG memang sangat ampuh untuk menambah kelezatan makanan tetapi jika kita sering mengkonsumsi makanan yang mengandung zat ini kita akan terkena dampang sampingan yang kurang baik bagi tubuh kita. Bahkan MSG bisa berakibat fatal pada anak-anak dan kepada orang dewasa yang alergi dengan zat penambah rasa ini.
Tentunya sekarang tergantung keputusan anda. Apakah anda lebih mementingkan kelezatan sesaat tanpa menghiraukan akibat negatifnya atau lebih memikirkan kesehatan jangka panjang dengan mengkonsumsi makanan yang hanya mengandung bumbu-bumbu alami tanpa MSG.

Matur Suksma: Luhde