Rabu, 23 Februari 2011

Sembuhkan Batuk dg Blimbing Wuluh


Setiap orang pasti kenal dg tumbuhan ini namanya “ Blimbing Wuluh”( averrhoa bilimbi ) atau di Bali dikenal dengan sebutan blimbing buluh.

Blimbing wuluh yg dlm keseharian sering digunakan bumbu dapur terutama buahnya, maanfaat lain bisa digunakan untuk obat batuk.

Terutama bagian yg dipakai utk obat batuk yaitu : “ Bunga”

Ambil segenggam bunga blimbing wuluh, cuci yg bersih rebus dg 2 gelas air putih dicampur gula batu secukupnya, biarkan mendidih dan tersisa kurang lebih 1 gelas. kemuadian disaring ambil airnya saja.

Utk pengobatan batuk, baik batuk berdahak ataupun batuk kering, termasuk batuk yg akut maupun batuk yg menahun, untuk orang dewasa :Minumkan 10 cc( 2 sendok teh ) 3 kali sehari, anak-anak ( 1-10th ), 1 sendok teh( 5 cc), 3x sehari .

Jamur Makanan Bergizi

Seiring dengan banyaknya masyarakat dewasa ini yg dlm pola makan tanpa daging ( vegetarian), mengkonsumsi jamur adalah menu sehari-hari

Walaupun rasanya hampir menyamai kelezatan daging, kandungan lemak jamur lebih rendah sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Jamur mengubah selulosa menjadi polisakrida yang bebas kolesterol sehingga orang yang mengosumsinya terhindar dari risiko terkena serangan stroke. Selain itu, kandungan protein jamur juga lebih tinggi dibandingkan dengan bahan makanan lain yang juga berasal dari tanaman.

Gizi lain yang terkandung dalam jamur antara lain karbohidrat, berbagai mineral seperti kalsium, kalium, fosfor, dan besi; serta vitamin B, B1Z,dan C.


Rabu, 16 Februari 2011

Indahnya Memberi



Buku Kahlil Gibran “ The Prophet” diterjemahkan oleh Haryono W.N…Multi media, 2001, merupakan salah satu bacaan yg sangat pantas mendapat tempat dihati pembacanya. Beberapa butir mutiara pemikiran yg dapat dijadikan renungan akan disajikan sebagai berikut

Di era lunturnya rasa saling percaya antar sesame manusia, ketulusiklasan merupakan barang langka, orang hanya senang menerima namun pelit utk memberi. Ada baiknya merenungkan makna kalimat ini, agar muncul kesenangan saat memberi atau menerima. “ nikmatilah kesengan seperti bunga & lebah. Bagi lebah menghisap madu adalah kesengan dan bagi bunga memberi madu adalah kesenangan. Bagi bunga lebah adalah utusan kehidupan, dan bagi keduanya memberi dan menerima kesenangan adalah kebutuhan.begitu juga seperti ibu menyusui anaknya, sang ibu akan merasa senang dapat menyusi sang anak dan sebaliknya anak akan merasa puas dapat minus susu dari ibunya serta merasa hangat & nyaman dalam dekapan sang ibu.

Adapun yg menimpa keadaan seseorang, baik susah ataupun senang, tidaklah berdiri sendiri. Kesenangan adalah kebaikan yg terbuka kedoknya. Sebab dari sumber yg sama melahirkan tawa ataupun tangisan. Semakin dalam kesedihan menggores lika kedalam jiwa maka akan semakin mampu jiwa menampung kebahagiaan.

Apabila sedang bergembira mengacalah dalam-dalam kelubuk jiwa, sebab disanalah akan kita dapati hanya yg pernah memberikan penderitaan lah yg mampu memberikan kebahagiaan. Dan sebaliknya bila kita bersedih mengacalah lagi kedalam lubuk jiwa. Disannalah kita akan mengetahui bahwa sejatinya kita sedang menangisi apa yg dulu pernah kita syukuri.

Sungguh baik memberi pada saat diminta, tetapi jauh lebih baik jika memberi tanpa diminta. Bagi seorang pemurah , mencari siapa yg akan menerima adalah kebahagiaan yg melebihi tindak pemberiannya. Bukankan rasa takut pada kemiskinan adalah kemiskinan itu sendiri? Dan bukankah rasa takut akan dahaga, sementara sumur masih penuh adalah dahaga yg tidak mungkin terpuaskan.

Ada orang yg memberi sedikit dari miliknya yg banyak utk mencari ketenaran. Maka niat itu akan menjadi racun yg merusak segala yg ia berikan. Ada pula yg mempunyai sedikit dan memberikan semuanya. Merekalah yg percaya akan hidup dan anugrah kehidupan dan simpanan mereka tiada pernah habis. Ada juga yg memberi tanpa rasa gembira atau sedih hati, bahkan tanpa mengingat bahwa ia pernah memberi, seperti bunga-bunga di lembah sana yg menyebarkan wewangian keudara.

Menjalankan swadarma masing-masing dengan keikhlasan dan saling menghargai menjadi hal utama yg mesti disadari. Kalian benar jika sanggup memberi, tetapi bukan berarti jahat bila kalian masih mencari untung. Sebab mencari untung diibaratkan hanya sekadar….seperti akar…menghisap susu bumi. Dipepohonan, buah tdk pernah berkata kepada akar : “ jadilah seperti aku, yg masak dan ranum ini, dan memberikan kelimpahan hasilnya “. Sebab bagi buah memberi adalah kebutuhannya, sedangkan bagi sang akar, menerima adalah keuntunganya.
Sesungguhnya semua mahluk adalah sama dan saling membutuhkan, sadarilah batu yg ada dipuncak kuil tidak lebih mulia dari batu landasan yg paling bawah.

Dari wacana Suluh Bali ( maret 2010 )…wiratmaja..

Nyepi Bukan Sekedar Sepi


Selama ini dalam perayaan nyepi diBali masih banyak kita lihat peranan pecalang dalam mengawal pelaksanaan tapa brata penyepaian. Setidaknya dlm hal ini setahun sekali kita diingatkan utk pengendalian diri. Disini tapa brata penyepian dimaksudkan , kita mampu utk mengendalikan diri sendiri.

Pada saat merayakan penyepian seperti inilah kita mendapatkan pelajaran tentang pengendalian diri. Bila kita sudah mampu mengendaikan diri, peranan pecalang dalam mengawal pelaksanaan brata penyepain tidak akan diperlukan lagi.

Tentang tapa brata penyepian terdiri dari : amati geni, amati karya, amati lelanguan dan amati lelungan. Semua tapa brata ini dilakukan agar manusia bisa lebih focus menuju Tuhan.

Amati Geni maksudnya tdk menyalakan api, bukan hanya api dalam bentuk fisik termasuk api yg ada dlm diri kita seperti kemarahan, kedengkian, nafsu. Amati geni bukan berarti mematikan api, tapi api yg ada dikendalikan atau di netralisir atau dikontrol karena sebenarnya api sangat berguna dalam kehidupan manusia bila berada dlm kondisi yg tepat.

Amati Karya maksudnya tdk bekerja, kita memfokuskan diri hanya kepada Tuhan tanpa melakukan pekerjaan apapun. Saat ini kita bisa introsfeksi diri tentang apa yg telah kita lakukan dalam setahun terkahir ini. Bila ada kesalahan yg telah dilakukan kita bisa berjanji utk tdk mengulanginya dan bertekan utk memperbaikinya dalam waktu yg akan dating.

Amati Lelanguan maksudnya tidak berfoya-foya, lelanguan sendiri berarti hiburan atau seni. Saat melakukan brata penyepian kita mengendalikan keinginan, dimana kalau keinginan tdk dikendalikan akan dapat merusak kehidupan kita sendiri, keinginan – keinginan akan terus bertambah tanpa terkendali, sehingga banyak dari kita yg stress. Makanya tdk semua keinginan harus dipenuhi kita harus bisa memilah-milah atau memprioritaskan antara yg terpenting dan tidak penting.

Amati Lelungan maksudnya tdk boleh bepergian. Disaat ini kita akan focus kepada Tuhan, bila kita bepergian saat memfocuskan diri padaNYa mungkin akan berinteraksi dg orang lain dimana hal ini bisa mengganggu konsentrasi. Dengan berdiam diri kita bisa melakukan pencarian kedalam diri untuk menemukan jati diri kita sebagai manusia.

Selamat menjalankan tapa brata penyepian tahun saka 1933 ( 5 maret 2011 )..

Senin, 14 Februari 2011

TANGGAYUDA, AYUNG RIVER SIDE


Tanggayuda, satu sisi lain pulau Bali yang layak anda kenal dan kunjungi. Berlokasi di sisi Barat Sungai Ayung , di Depan Four Seasons Resort Ubud at Sayan. Brand Sayan Terrace Ubud adalah Obyek yang merupakan bagian dari Palemahan Banjar Tanggayuda. Areal Tracking yang menantang dan menawan dapat anda Lewati melalui alur tracking sayan Ubud dan Tanggayuda Bongkasa dengan maskot Pohon Beringin yang super besar. Lokasi ini juga telah sering menjadi lokasi Outbond yang berbasis pada keasrian alam, anda tentu bisa menjadi bagian orang yang bisa menikmati karunia keindahan dan keunikan tersebut

Minggu, 13 Februari 2011

Om Swastiastu


Selamat datang diblog " Bongkasa Tanggayuda"..

dengan kerendahan hati, kami memperkenalkan blog ini...
blog ini tercipta berawal dari obrolan dg teman2 dikampung...
kenapa nama Bongkasa khususnya Tanggayuda tdk ada di internet????

terutama utk Bli Yan Sunarta....terima kasih atas ide & inspirasinya...dari 1 tahun yg lalu
...dan....
maaf blognya baru bisa terwujud......inipun masih jauh dari sempurna..

Blog ini terbuka utk umum.....

dengan ini kami mengundang para sahabat warga Banjar Tanggayuda utk ikut andil dlm "Penulisan di Blog ini"

Salam

Admin

Rabu, 09 Februari 2011

Banjar Tanggayuda Bongkasa



KEADAAN UMUM

Banjar Tanggayuda Desa Bongkasa Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung Propinsi Bali.

Luas Wilayah Br. Tanggayuda terdiri dari :
a. Perumahan : 30 Ha
b. Lahan Sawah : 250 Ha
c. Lahan Tegalan , perkebunan : 60 Ha
d. Bangunan Pura : 5 Ha
Khusus mengenai luas kepemilikan lahan peranggota kelompok berupa lahan kering dan lahan basah yaitu seluas 35 Ha dengan rata – rata peranggota 0.95 Ha.

Letak Wilayah Br. Tanggayuda
a. Batas – batas wilayah sbb :
* Sebelah utara : Br. Tegalkuning Desa Bongkasa Pertiwi
* Sebelah timur : Sungai Ayung
* Sebelah selatan : Br. Sayan.
* Sebelah Barat : Br. Pengembungan Sari & Br. Kedewatan.
b. Orbitasi ( Jarak ) sbb :
* Pusat Desa Bongkasa : 1 Km
* Pusat Kota Kecamatan : 4 Km
* Ibu Kota Kabupaten Badung : 20 Km
Topografi Wilayah
a. Keadaan topografi / kemiringan tempat atau wilayah Br. Tanggayuda secara umum dapat dipresentasikan sbb :
* Datar : 75 %
* Landai / bergelombang : 10 %
* Curam : 15 %
* Berbukit : -
b. Ketinggian tempat dari atas permukaan laut yaitu sekitar 100 – 120 m jadi termasuk dataran sedang.

Jenis tanah wilayah / lokasi kelompok sebagian besar tanah di Br. Tanggayuda terdiri dari lempung sehingga sangat cocok untuk penanaman HMT ( Hijauan Makanan Ternak )

Keadaan Iklim
Wilayah Kelompok Ternak Yuda Utama termasuk beriklim sedang ( antara panas & dingin ) karena berada didataran sedang.

Keadaan Air
Sumber air yang dimanfaatkan oleh masyarakat Br. Tangayuda adalah berasal dari aliran sungai Ayung ( Tukad Ayung ) . dalam memandikan ternak anggota kelompok memanfaatkan air irigasi ( anakan Sungai Ayung yang di sebut Telabah Subak Sengempel ).