Kamis, 30 Juni 2011

Galungan dumogi Galang

Galungan, satu kata yang familiar di komunitas Bali. Namun adakah kita pernah memaknai galungan dengan benar dan baik yang didasarkan atas Srada bakti yang Lascarya berlandaskan Sastra?. Tanyailah diri kita, coba urai sepanjang jalan yang telah kita lalui model apa yang telah kita jalani dalam memaknai Galungan. Apakah hanya hanyut dalam euforia sesaat mulai dari penyajan sampai umanis Galungan, tanpa simpulan makna yang jelas. Atau kita telah mencoba meluruskan jalan berdasar Srada dan Sastra , walau terkadang masih harus tergelincir karena indahnya pelangi Galunga dengan segala rona yang membias. Apapun jalan yang anda tempuh adalah syah karena masalah keimanan adalah hubunan personal antara manusia dengan Tuhannya, tentunya dengan segala konsekuensinya atau karma n Phalanya
Selamat HR Galungan, semoga kita bisa berkontribusi positip dalam sejarah peradaban manusia. Astungkara