Kamis, 14 April 2011

Belajar dari Ulat Bulu


Pada awalnya serangan ulat bulu hanya terjadi di Jawa Timur, kian hari malah merambah hampir semua Jawa, sebagian Bali & Lombok.

mendengar kata ulat, perasaan jadi merinding karena geli, atau takut...
tapi pernahkah kita belajar utk mencermati bagaimana kehidupan ulat ( ulat bulu ) tersebut.
sebenarnya dg terjadinya wabah seperti ini, kita harusnya belajar banyak dari hewan yg satu ini.

coba kita perhatikan perkembangan hidup ulat ( ulat bulu )
awalnya dari telor, jadi ulat, kepompong dan terakhir jadi kupu-kupu yg indah

marilah kita berkaca pada perkembangan hidup sang ulat, setelah menetas jadi ulat, begitu rakusnya ia mencari dedaunan utk makanan, bila kita bandingkan dg kehidupan manusia setelah lahir beranjak dewasa, kita tentu juga rakus mencari makan, pendidikan ( semua kebutuhan hidup ).
setelah beberapa hari ( kurang lebih 2 minggu ) sang ulat akan jadi kepompong, dimana saat ini sang ulat sdh tdk membutuhkan daun utk santapannya, tapi sdh menarik diri dari dunia luar dg lapisan serat-serat kepompongnya,
sepertinya halnya dg manusia pada awalnya kita begitu memburu segala kebutuhan hidup ( maksudnya kebutuhan material ),..tapi saat ini marilah kita mengurangi hal-hal yg bersifat material, seperti kepompong..menarik diri atau pencarian kedalam utk pertumbuhan sang jiwa yg ada dlm diri kita.

kemudian setelah beberapa hari jadi kepompong akhirnya tibalah saatnya jadi kupu-kupu yg indah,
begitu juga dg kita setelah berproses utk pencarian kedalam diri akhirnya akan tiba saatnya utk mencapai kedamaian abadi, seperti kupu-kupu yg begitu indah, hanya menikmati madu-madu ( nectar )