Senin, 31 Oktober 2011

Menjaga Kesehatan



Tidak perlu diragukan lagi bahwa sebagian besar dari kita telah memahami benar cara-cara terbaik untuk menjaga kesehatan. Sayangnya memahami theory saja tidaklah ada gunanya bagi kesehatan tubuh kita jika kita tidak melaksanakan apa yang telah kita fahami  selama ini.
Sekarang marilah kita terapkan beberapa cara yang bisa kita laksanakan dengan relative mudah. Diantaranya yaitu  dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan begizi dan dengan berolahraga yang teratur dan rutin.
Usahakanlah mengurangi makanana yang berlemak dan berminyak sebisa mungkin. Makanan sejenis ini mengandung kadar protein yang rendah sedangkan kardar lemaknya sangat tinggi. Kalau kebiasaan ini kita teruskan, lama kelamaan tubuh kita akan memuat kadar kolesterol yang tinggi dan berat badan kita akan semakin bertambah. Apalagi kalau tidak diimbangi dengan olahraga yang rutin dan teratur maka badan akan menjadi lesu dan kurang tenaga dan akan mudah tertimpa penyakit seperti misalnya tekanan jantung, penggumpalan darah yang menyebabkan stroke, type 2 diabetes dll. Oleh karena itu marilah berusaha mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi dan makan banyak sayuran dan buah-buah karena makanan sejenis ini banyak mengandung vitamin dan mineral yang sangat baik bagi tubuh kita.
Disamping makan yang teratur dan bergizi, hal yang tidak kalah pentingnya adalah dengan berolahraga yang rutin dan teratur. Beraneka ragam jenis olahraga bisa kita laksanakan tergantung dari minat, kegemaran, dan waktu yang tersedia. Misalnya: jalan cepat/santai, lari/jogging, naik sepeda santai atau sepeda gunung, yoga, senam ,renang, tenis, bulu tangkis dan banyak lagi.
Sering kita dengar kata-kata dari rekan-rekan kita bahwa mereka terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk berolahraga. Sebenarnya berolahraga tidaklah menyita banyak waktu dan tidak akan menghambat activitas rutin kita sehari-hari jika kita pintar-pintar mengantur waktu. Asalkan ada minat olahraga itu bisa dilaksanakan setiap saat dan di berbagai tempat.
Luangkanlah waktu minimal 30 atau 40 minute setiap hari demi kesehatan dan kebugaran tubuh. Misalnya melakukan yoga, senam  atau stretching  dipagi hari sebelum berangkat kerja atau sebelum menjalankan activitas rutin. Jika waktunya terlalu mendesak di pagi hari luangkanlah waktu di sore hari atau malam hari sebelum  tidur. Jika tidak bisa melaksanakannya setiap hari, tiga kali seminggu juga bagus, misalnya jalan santai atau naik sepeda santai dengan keluarga di akhir pekan (weekend). Yang terpenting hal ini dilaksanakan secara rutin, serperti istilahnya menjalani gaya hidup sehat,  “healthy Life style”.
Sebelum sepeda motor menjamur di pulau dewata, kebanyakan warga kita berjalan kaki ke mana-mana, seperti misalnya pergi ke warung, sawah, pura, pasar dll. Sekarang tidak ada salahkan kalau kita kembali menggalakan tradidisi lama kita yang bagus itu. Berjalan kaki adalah salah satu bentuk olahraga yang sangat baik bagi tubuh kita. Dibandingkan dengan naik sepeda motor atau mobil. Disamping itu kita juga bisa menghemat bahan bakar bensin dan juga mengurangi polusi udara.  Seperti orang barat bilang “ to kill two birds with one stone” membunuh dua burung dengan satu batu, dalam hal ini kita malah bisa membunuh tiga burung sekalian.
Memang di jaman modern ini kita sering dikejar oleh waktu, tetapi berjalan kaki ke warung atau ke pasardi desa tidak akan banyak menghambat kelancaran activitas kita asalkan saja kita pintar mengatur waktu. Seperti pepatah mengatakan: “ Di mana ada usaha di sana ada jalan”.

Akhir kata marilah kita jaga dan tingkatkan kesehatan jasmani kita dengan beberapa cara yang relative mudah yang bisa kita tempuh diantaranya dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi dan dengan berolahraga yang rutin. Jika jasmani kita sehat maka lebih mudahlah bagi kita untuk meniti jalan menuju kesehatan rohani.

Matur Suksma  Mogi Warga Banjar Sareng Sami Manggihan Kerahajengan:  Luhde

Senin, 17 Oktober 2011

Pohon Beringin



Gagah perkasa kau berdiri
Dengan daunmu yang hijau rimbun
Dengan akar-akarmu yang kokoh tegar

Beratus jaman dan beraneka
Tantangan telah kau lewati
Tetapi kau tetap berdiri dengan gagah perkasa

Di bawah atapmu aku berteduh
Dikala hati riang atau ditimpa duka
Kedamaian dan keteduhan selalu
Kau berikan tanpa pamerih

Tak bisa aku lukiskan dengan kata-kata
Betapa bersyukurnya hati ini
Dengan adanya dikau tumbuh megah
di tengah desaku yang tercinta

Tapi jaman telah berubah
Orang-orangmu selalu
Menginginkan lebih dari
Apa yang bisa kau janjikan

Sekarang  kau telah dipoles
Dengan lapisan make-up yang tebal
Sirnalah sudah rasa sejuk dan
nyaman yang terasa  di telapak kakiku
 ketika aku berlindung di bawah atapmu


Tersayat hati kecilku
Menyaksikan keberadaanmu saat ini
Oh pohon beringinku yang gagah perkasa

By Luhde

Kamis, 13 Oktober 2011

Melestarikan Lingkungan

Melestarikan Lingkungan
Tidak ada orang yang menyangkal bahwa Banjar Tanggayuda Bongkasa adalah salah satu tempat yang terindah di Pulau Bali. Alamnya sangat hijau dan sejuk  ditambah dengan anggota banjarnya yang ramah-tamah. Jika kita menyempatkan diri untuk meninjau lokasi banjar ini dari sebelah timur sungai ayung di depan kita akan terbentang pemandangan yang sangat mempersona. Pemandangan yang tak kalah indahnya juga jika anda meninjaunya dari sebelah barat yaitu dari pinggiran jurang yang terbentang sepanjang banjar.  Disamping pemandangan yang indah di depan anda juga terlihat hotel berbintang lima yang ditata dengan villa-villanya yang elegant.
Tapi marilah kita berenung sejenak, bisakah kita melestarikan keindahan alam ini bagi generasi penerus kita ?
Salah satu cara yang bisa kita tempuh untuk mencapai tujuan ini adalah dengan mengurangi penggunaan plastik dan jika kita harus memakai plastik usahakanlah  untuk mempergunakannya berulang kali atau mengambil langkah dalur ulang.
Plastik memang dapat meringankan activitas kita sehari -hari  karena  plastik sangat praktis jika digunakan sebagai alat pengemas barang atau makanan. Tetapi untuk kepraktisan ini kita juga mengalami kerugian atau dampak yang sangat negatif terhadap lingkungan kita khususnya terhadap lahan pertanian masyarakat desa yang mata pencahariannya sangat tergantung dengan lahan tersebut.
Bayangkan saja jika kita membuang sampah plastik di kebun atau di halaman belakang rumah, sampah ini akan tetap tertimbun di sana selamanya karena plastik membutuhkan waktu beratus tahun untuk process pembusukananya. Dengan adanya plastik tergeletak, tertimbun , atau tertanam di tanah, tanah akan menjadi kering, kurang produktif bahkan sulit untuk dipakai sebagai lahan pertanian. Jadi semakin banyak plastik tergeletak, tertimbun atau tertanam di tanah akan semakin keringlah lahan pertanian kita dan lama kelamaan lahan itu akan menjadi lahan yang tidak berguna sama sekali bagi para petani kita. Sehingga beberapa tahun yang akan datang lahan yang kita pandang hijau dan subur akan menjadi kering dan gersang dan kurang indah dipandang mata.
Sedangkan  Jika sampah plastik ini kita bakar ini akan menyebabkan polusi udara karena dalam  process pembakaran ini memproduksi asap yang mengandung zat-zat kimia seperti sulfur dioxide dan nitrogen oxide yang tidak saja berbahaya bagi pernapasan tapi zat-zat ini juga merusak ozon stratosfir di angkasa. Lama-lama hal ini bisa menyebabkan cancer kulit bagi orang yang sering melakukan activitas luar atau outdoor activities.
Jika sampah ini terbuang ke sungai atau lautan ini akan menyebabkan polusi air yang berbahaya bagi ikan bahkan ikan-ikan bisa mati karena adanya kotoran plastik. Disamping itu sampah ini juga bisa menyebabkan banjir karena air sungai atau saluran air lainnya tersumbat oleh timbunan sampah. Jadi jika kita tetap mengkonsumsi plastic seperti sekarang ini atau lebih maka tidak lama lagi desa yang kita bangga-banggakan keindahnya tidak akan indah lagi adanya.
Apa salahnya jika kita kembali ke tradisi tradisional kita yaitu kembali mempergunakan bahan-bahan alami  seperti daun pisang, daun kelapa, dan bahan sejenisnya. Jika sampah alami ini kita buang di kebun atau di halaman belakang rumah, sampah alami ini tidak saja membusuk dalam waktu yang relatif singkat tetapi sampah ini juga berfungsi sebagai pupuk alami atau kompos yang bisa meningkatkan kesuburan tanah.
Jadi mengurangi penggunaan plastik adalah salah satu cara yang bisa kita tempuh untuk mempertahankan kelestarian lingkungan kita.  Sekarang tentunya tergantung dari kesadaran kita bersama sebagai warga yang baik dan bertanggungjawab untuk meninggalkan legacy atau sesuatu yang berharga bagi generasi penerus kita.
By Luhde

Rabu, 12 Oktober 2011

PENDET LANANG

GENDER MODEL TANGGAYUDA
LAKI2, BAIK LAJANG MAUPUN GREHASTA MENARI TARI PENDET
MENCOBA MEMAINKAN PERAN WANITA
 ASIK N RAME



Selasa, 11 Oktober 2011

Odalan Ring Pura Taman Sari ( Ida Bhatara napak Pertiwi )

Buda umanis wuku prangbakat ( 5 Oktober 2011 )
di Pura Taman Sari Br. Tanggayuda Bongkasa, dilaksanakan piodalan , Ida Bhatara nyejer selama 4 hari ( mesineb sabtu, 8 Oktober 2011 ), puncak piodalan dilaksanakan hari rabu sekitar pk. 23.00 wita,
seperti biasa kita juga nyangra Ida Bhatara Tanggayuda Kedewatan Ubud.

selama Ida Bhatara nyejer, oleh para pemuda-pemudi diadakan pertunjukan seni, diantaranya pementasan seni oleh anak-anak ( hari kamis 6 oktober 2011 ) dan pementasan dramatari Kidalang Basur ( hari jumat 7 oktober 2011 )..dalam pementasan dramatari diawali dengan Ida Bhatara napak Pertiwi.
 dilanjutkan dengan tarian penyambutan oleh dek kawi cs ( tari panyembrahma lanang - lanang semeton  stt hita karana )























Kamis, 06 Oktober 2011

Upacara Melaspas Kulkul

Pada hari selasa 4 Oktober 2011,( anggarakasih prangbakat )
Br. Tanggayuda Bongkasa melaksanakan prosesi upacara Melaspas Kulkul.
sekitar jam 15.30 wita, semua warga mendak kulkul di pura Dalem AlitTanggayuda, dilanjutkan dengan mengarak kulkul keliling banjar, kemudian dilakukan upacar pemelaspasan di bale banjar Tanggayuda, upacara dipuput oleh jro mangku Dalem Alit.
Kulkul yg dipelaspas: kulkul banjar lanang wadon dan kulkul sekaa Gong










Nyegara Gunung

sehari setelah upacara puncak memukur di Br. Tanggayuda Bongkasa,
dilanjutkan dengan Nyegara Gunung di Pura Goa Lawah Klungkung serta Pura Besakih Karangasem.





Memukur & Metatah

Upacara memukur & metatah di Br. Tanggayuda Bongkasa
Pelaksanaan Upacara dilakukan tgl 9 September 2011 dengan diiringi 13 Sekar
diantaranya :
* Keluarga Pan Kasna  : I Made Kobik
* Keluarga Pan Lasi      : I Wayan Umar
* Keluarga Pan Kembur : I Nyoman Ruti
                                        I Nyoman Pukrek
* Keluarga Pan Suana    : Ni Wayan Nganteg
* Keluarga Pan Tini        : Ni Nyoman Meli
* Keluarga Kak Gede    : I Ketut Karya
* Keluarga Kt Sudarta    : Dadong Pamor